Untuk memenangkan pertandingan dan merebut medali pada ajang kompetisi internasional, tidak cukup hanya didasarkan kepada bakat atau semangat. Demikian pula memenangkan medali dalam ajang internasional berarti lolos dari suatu kompetisi yang sangat keras dan ketat dengan margin antara sukses dan gagal yang semakin kecil dari tahun ke tahun. Untuk menjamin atlet Indonesia memiliki peluang guna mengembangkan potensinya tidak ada cara lain kecuali meninggalkan cara-cara konvensional yang selama ini digunakan dalam pembinaan olahraga prestasi dan membuka berbagai opsi dan pendekatan baru. Hal ini karena olahraga prestasi sudah berkembang sedemikian pesatnya, khususnya pada bidang kepelatihan. Perkembangan kepelatihan (coaching) telah menjadi sangat canggih (sophisticated) antara lain karena kemajuan sportsciences, manajemen modern, dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, serta dikemasnya olahraga dalam bingkai good sportmanship (semangat olahragawan sejati). Ini tidak lepas dari pandangan bahwa prestasi olahraga di ajang internasional tidak hanya meningkatkan citra dan kebanggaan nasional tetapi akan membawa dampak yang luar biasa pada nation and character building.
Begitu juga dengan Indonesia, apabila kita berkehendak kuat untuk berprestasi dengan baik pada pentas olahraga internasional, tidak ada cara lain kecuali mengadakan perubahan dalam sistem pembinaan olahraga nasional. Perubahan yang dimaksud terutama menyangkut berbagai standart yang harus mengacu pada standart internasional, baik pada kompetensi pelatih, program kepelatihan, penerapan IPTEK Olahraga dan tata kelola manajemen olahraga. Hanya dengan penerapan standart internasional dan konsistensi dalam pelaksanaannya kita dapat mampu menghasilkan atlet-atlet dengan prestasi tinggi.
Program Atlet Andalan dibentuk untuk menjawab kebutuhan terhadap perubahan dengan cara mengadopsi High Performance Programe, yaitu suatu program pembinaan elit atlet yang terbukti telah banyak menghasilkan prestasi di berbagai negara.
Prinsip-prinsip pokok dari program ini antara lain terletak pada aplikasi sportsciences, keterpaduan antara pelatihan fisik, teknik, taktik dan penyiapan mental juara, serta diberlakukannya sistem seleksi secara ketat dalam penerimaan atlet. PAL mengkemas berbagai unsur di atas kedalam suatu kerangka kerja yang tercantum didalam Rencana Strategis PAL Tahun 2008 – 2012.
|