Skip to content
Home

MENEGPORA KIBII: Bersatu Menuju yang Terbaik PDF Print E-mail
menpora.jpgSebagai nahkoda baru pada Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Dr Andi Alifian Mallarangeng menyadari benar dirinya tengah menembus lau¬tan yang penuh cobaan. Tan¬tangan berat telah menantinya baik di jalur olahraga maupun pemuda. Namun, dia optimis¬tis untuk menemukan solusi sekaligus melepaskan dunia olahraga dari keterpurukan.
Dengan hembusan sikap optimism itulah Andi rencana kerja seratus hari pertamanya sebagai orang nomor satu di jajaran olahraga nasional. Andi menyatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dijadikan momentum program seratus hari pertama dalam tugasnya sebagai Menpora. “Sumpah Pemuda kami jadikan momentum kepemudaan dan keolahragaan Indonesia. Itu tugas pertama program seratus hari saya sebagai Menpora,” tutur Andi setelah serah terima jabatan di Wisma Menpora, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10). Menurut Andi, untuk menuju kejayaan prestasi olahraga Indonesia di arena internasional, diperlukan tekad, baik Kemenpora, KONI, maupun masyarakat olahraga Indonesia. Konflik-konflik yang terjadi dan mengganggu tujuan tersebut harus segera diselesaikan. “Pokoknya, saya tidak mau ada konflik. Mari kita bersatu untuk membangun masa depan prestasi olahraga Indonesia yang lebih baik,” ucap dia.
Untuk menuju kejayaan itu, Andi berharap mendapat dukungan semua pihak, termasuk atlet dan pengurus induk-induk organisasi olahraga. “Saya harap, atlet, pelatih, dan pembina olahraga bisa sama-sama bersinergi agar bisa meraih medali sebanyak-banyaknya,” terang dia.

Bersinerginya stake holder olahraga di tanah Air memang akan menjadi kunci keberhasilan untuk melakukan pembenahan dan kemudian bangkit meraih kejayaan Indonesia di tingkat regional, Asia maupun dunia. Tanpa itu, semuanya akan tercerai berai. Padahal bersatu saja sudah sulit untuk meraih prestasi apalagi terpecah-pecah dan terkotak-kotak hanya karena kepentingan ego masing-masing.

Harus diakui, saat ini, olahraga Indonesia bukan lagi superior di Asia Tenggara seperti masa di atas sepuluh tahun lalu. Di arena SEA Games, Indonesia bahkan sulit menandingi keperkasaan Vietnam yang pada masa lalu hanyalah peserta penggembira.Apalagi Thailand dan Malaysia yang selama ini selalu menjadi saingan berat.

Pekerjaan rumah yang harus ditangani Andi lima tahun ke depan tidaklah ringan. Dalam masa seratus hari pertama tugasnya, dia sudah harus menghadapi tantangan di SEA Games Laos. Mampukah Indonesia menembus posisi tiga besar seperti yang diharapkan. Keberhasilan meraih posisi tiga besar akan menjadi modal besar dan kuat untuk meraih juara umum saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011.
Dalam urusan prestasi ini, Andi dituntut untuk menentukan sikap tentang kelanjutan Program Atlet Andalan (PAL) yang ditinggalkan Menpora KIB I dr Adhyaksa Dault, MSi. Kehadiran PAL yang merupakan program jangka penjang, berkesinambungan dan didukung iptek itu memang sangat dibutuhkan Indonesia. Untuk itu Menpora yang baru perlu segera mengusahakan hadir payung hukum PAL berupa Perpres.
Jadi PAL bukan saja perlu dipertahankan namun harus diperluas ke berbagai daerah. Setidaknya banyak yang mengimpikan pola pembinaan berbasis sekolah olahraga seperti Sekolah Atlet Ragunan bisa kembali hadir dan tumbuh di berbagai daerah.

Selain itu pemberdayaan induk-induk organisasi cabang olahraga juga perlu lebih diperhatikan dan ditingkatkan oleh Menpora yang baru. Induk-induk organisasi olahraga inilah yang mengetahui perkembangan para atlet. Seharusnyalah induk-induk organisasi cabang olahraga mendapat kepercayaan untuk membina.
Dalam upaya meningkatkan prestasi tidak bisa dilupakan tentang masalah kepastian kesejahteraan para atlet dan juga pensiun mantan atlet. Dengan adanya kepastian hidup dan masa depan bagi atlet, pelatih dan pembina serta mantan atlet, pelatih dan pembina ini akan menggairahkan para pelaku olahraga dalam memburu prestasi. Di sisi lain juga akan menjadi olahraga sebagai pilihan para generasi muda dalam menekuni kehidupan

Sebagai orang yang pernah bergelut di bidang olahraga secara langsung tentunya Andi telah merasakan denyut kehidupan olahraga. Termasuk merasakan bagaimana minimnya sarana dan pra sarana olahraga di Tanah Air. Sudah begitu makin banyak sarana olahraga yang tergusur oleh kepentingan bisnis sesaat.
Padahal di negara-negara besar olahraga sudah mendapat tempat utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Stadion-stadion berskala besar dan mewah di bangun. Pusat pendidikan olahraga dihadirkan di berbagai daerah. Olahraga sudah menjadi pilar membangun bangsa yang sehat dan kuat serta juga sebagai kebanggaan dalam pergaulan internasional.

Amat besar dan penting olahraga dalam kehidupan suatu bangsa. Mampukah ini dilaksanakan Andi Mallarangeng? Semuanya amat tergantung dari dukungan semua pihak termasuk political will pemerintah.
Sebenarnya sudah ada modal kuat dan penting untuk mengangkat dunia olahraga Indonesia dari keterpurukan. Apalagi kalau bukan Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 Tahun 2005. Sebagai Menpora yang baru, Andi juga perlu menjaga payung hukum ini agar bisa dilaksanakan secara murni dan konsekuen. ? wa-3

 
< Prev   Next >

Random Image

Atlet Login

Newsflash

Anda dapat mendownload Materi Seminar DR. Stephen Bird dan buku-buku lainnya di Menu Download.
 

Atlet Online

No Users Online

PAL Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday38
mod_vvisit_counterThis week5
mod_vvisit_counterThis month188
mod_vvisit_counterAll15391