Skip to content
Home

Tak Perlu Berpikir Negatif Pada Wasit PDF Print E-mail
dr_paulus.jpgAda indikasi selama ini bahwa cabang-cabang olahraga tidak terukur yang diikuti Indonesia pada setiap turnamen maupun multi even, sering dicurangi wasit. Dalam hal ini wasit disinyalir telah memberikan penilaian yang berat sebelah, sehingga atlet Indonesia sangat dirugikan dengan kekalahan yang dialami.


Pada hal, bila boleh jujur, kalau wasit bersangkutan benar-benar objektif dalam memberikan penilaian, dipastikan atlet Indonesia yang keluar sebagai pemenang. Pengalaman seperti inilah yang sampai sekarang masih menggeluti pikiran berbagai cabang tidak terukur.

Namun, sinyalemen negatif seperti itu tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Minimal demikian dipaparkan oleh Ketua Kepelatihan PAL (Program Atlet Andalan), Paulus Pasurney didampingi Bidang Perwasitan Ekky Tamtelahitu dengan gaya bertutur.

Pada setiap pertandingan, sudah pasti tidak ada satupun dari ofisial yang mau atletnya kalah. Tetapi sebaliknya, kadangkala mereka juga tidak mau mengakui kelebihan dari lawan sendiri. Biasanya, untuk menutupi kekalahan itu, sering terjadi kepemimpinan wasit yang dijadikan sebagai ‘kambing hitam’.
Kehadiran seorang wasit memimpin dalam sebuah pertandingan resmi, tidak asal dipilih begitu saja. Mereka pasti memiliki persyaratan khusus untuk dipanggil dan dipilih mewasiti kejuaraan. Jadi, kalau dalam memimpin pertandingan si wasit macam-macam atau katakanlah berat sebelah, dia pasti ditegor dan bahkan mungkin dicoret dari daftar nama wasit yang memimpin pertandingan seharusnya, bukan keputusan wasit yang mengalahkan atlet kita yang dijadikan penyebab. Tetapi coba lah lebih difokuskan pada pertandingan. Sejauh mana penampilan atlet kita dalam menghadapi lawan. Dimana kelebihan lawan dan kelemahannya, termasuk juga terhadap atlet sendiri. Pasti akan diketahui, dimana letak kekalahan itu sebenarnya.

Sebaiknya, kita tidak perlu negatif sampai sejauh itu. Karena dalam perwasitan sendiri ada satu orang komandan wasit yang disebut technical delegate. Biasanya dia didatangkan secara khusus dari negara netral. Dia bertugas dan akan menilai wasit-wasit yang memimpin pertandingan dalam memberikan penilaian kepada atlet.

Sebagai contoh pada SEA Games Philipina, Cabang loncat indah waktu itu technical delegatenya berasal dari Selandia Baru. Namanya Robinhood. Kebetulan wasit loncat indah dari Indonesia juga ikut memimpin pertandingan. Sebagai technical delegate Robinhood dengan mudah akan mengetahui wasit-wasit yang suka atau tidak suka kepada atlet.

Caranya, dia cukup dengan memanggil wasit yang memberikan nilai terendah dan tertinggi kepada si atlet yang tampil. Dia bertanya kepada wasit tadi, kenapa memberikan penilaian rendah dan tinggi. Robinhood tidak membutuhkan waktu lama-lama untuk menonaktifkan si wasit yang dinilai bermasalah. Cukup dengan melihat dua kesalahan dalam memberikan nilai.,

Tidak sampai tiga kali, si wasit tadi didatangi Robinhood, kemudian diberi tiket dan si wasit disuruh kembali ke negaranya. Begitu lah kira-kira nilai wasit, bagi mereka yang tidak becus pasti akan mendapat hukuman bahkan bisa saja didenda.

Di samping itu, ada hal penting yang harus diketahui. Bahwa wasit-wasit yang memimpin pertandingan di multi even internasional seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade dipastikan bukan wasit sembarangan. Mereka adalah wasit-wasit yang memang sudah memiliki persyaratan dari organisasi internasional cabang olahraga masing-masing.

Untuk bisa memimpin pertandingan internasional, si wasit tersebut haruslah mengikuti ujian wasit. Jika dinyatakan lulus, mereka bahkan harus mengeluarkan sejumlah uang pula untuk mendapatkan lisensi wasit internasionalnya. Dalam hal ini wasit internasional itu juga memiliki tingkatan.

Jadi, tidak mungkin lah si wasit akan mengorbankan bed wasit internasional yang dimiliki dengan memberi penilaian yang salah kepada atlet yang benar-benar memiliki penampilan bagus. Si wasit pasti juga akan bangga ketika dia memimpin pertandingan antara atlet yang memiliki kemampuan bagus. Sehingga dirinya tertantang untuk benar-benar memberi penilaian secara fair.

‘’Kalau dia salah, apalagi diketahui dengan sengaja memberikan penilaian minus kepada atlet yang seharusnya menang, pasti karir wasitnya dipertaruhkan. Siapa yang mau liason khusus wasit internasional yang dengan susah payah diperoleh lantas kemudian hilang begitu saja.

Khusus menghadapi SEA Games Laos, Desember 2009 nanti, disarankan kepada semua cabang olahraga tidak ter ukur, agar menjauhkan diri dengan menilai negative terhadap wasit yang akan memimpin pertandingan. Karena hal terse¬but jelas-jelas akan berpengaruh kepada penampilan atlet.
Lebih baik mempersiapkan atlet secara maksimal sesuai dengan target-target latihan yang sudah ditentukan. Jika semua itu sudah kita lakukan, termasuk berbagai komponen pendukung lainnnya, dan ternyata atlet kita masih tetap kalah, itu namanya sudah nasib. Artinya, dewi fortuna masih belum berpihak kepada kita.
Dari situ juga bisa diketahui, bahwa persiapan yang menurut kita sudah matang sesuai program, ternyata masih dapat dikalahkan lawan. Itu berarti masih ada yang kurang dari kita, nah, kekurangan itulah yang harus dievaluasi dan dicarikan solusinya. Selanjutnya pada penampilan ke depan, hasilnya sudah bisa lebih baik. ? wa4

 
< Prev   Next >

Random Image

Atlet Login

Newsflash

Anda dapat mendownload Materi Seminar DR. Stephen Bird dan buku-buku lainnya di Menu Download.
 

Atlet Online

No Users Online

PAL Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday8
mod_vvisit_counterYesterday38
mod_vvisit_counterThis week8
mod_vvisit_counterThis month191
mod_vvisit_counterAll15395